ke halaman blog induk

pemoeda djawa, sampai sekarang masih dibikin oleh niemeyer





Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot.

pemoeda djawa

Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja.

Salam gombal,
kéré kêmplu





Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan.

Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.


Nina Uletbulunaikdaun


Reference: Blog


"... it's a beautiful gallery..."




Bermula dari sini...




GOMBALKARTU:
Mainan lain mulai Agustus 2005







 
 






Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D

dengan segala hormat anda saya larang tersenyum apalagi ketawa saat menatap gambar ini

Apakah mereka meng-update blognya?

<< October 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


Contact Me

rss feed


14.10.04 | 00:26
How R.U. Pak Lesab?
"Extra fine, thanx lho!"

Johnny Walker. Jack Daniel. Kita boleh tak peduli sosok kedua nama itu karena tak tahu sejarahnya. Yang penting mereka itu kesohor.

Lantas siapa Pak Lesab? Saya juga nggak tahu who's that guy. A local hero? Wah nanti dulu, local mana? Saya nggak tahu itu kertas sigaret kelas "extra fine" bikinan daerah mana.

Sekarang tataplah Pak Lesab. Belum terlalu tua. Gagah. Jantan. Sorot mata tajam. Berkumis. Hidung nggak pesek. Jemarinya agak lentik [kalau hidup di kota, pantesnya bisa main gitar/piano, dan menggambar], nggak segempal pisang susu sebagaimana jemari centeng komikal dicitrakan. Pinjam setting komik silat lama, Pak Lesab pastilah masih sanggup menggetarkan para gadis dan janda muda [adakah yang salah dengan janda muda sehingga sering buat ejekan?].

Para penikmat rokok tingwé [linting dhewe] mungkin membayangkan dirinya sebagai Pak Lesab yang extra fine, best quality pula, dan hanya beredar di pedesaan yang orangnya jarang ngomong Jaklish ["Jakarta-english" -- haha, ini istilah saya].

Pak Lesab. Nama yang langka. Kalau cuma "Lesab" tanpa "Pak" kayaknya cocok juga untuk judul novel, asal penulisnya cewek, dan isinya rada menabrak tabu-tabu lama. Ayayayayaya... :P


kere kemplu
October 14, 2004   10:57 AM PDT
 
usul saya hargai cak! tengyu. masalahnya koleksi wingko babat saya hibahkan ekpada pemerhati wingko babat, sama seperti koleksi bungkus rokok saya hibahkan kepada pengapresiasi bungkus rokok...

btw sampeyan tahu asal mula wingko babat yang ternyata bukan dari semarang itu? ternyata itu dari [m]babat, jawa timur!
abhirhay
October 14, 2004   09:55 AM PDT
 
sam. boleh usul? ini usul yang membangun lagi bertanggung jawab kok! :P gimana kalau edisi merk papir tingwenya habis, nulis soal merk wingko babat yang heibat-heibat itu. gimana? ini usul lho... bukan soal campur tangan kebun tetangga... hahaha....
kere kemplu
October 14, 2004   08:53 AM PDT
 
lagi mau buka biro reklame nih. nerima order spanduk, umbul-umbul, vandel, pelat nomor, stempel. ada order, bos? bagi-bagi dong... :)
rommy
October 14, 2004   08:17 AM PDT
 
kamu kerja di advertising ya?
|

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry  Home  Next Entry
   


© Hak cipta gambar ada pada masing-masing pemilik, pemuatan di sini tanpa meminta izin, semata karena apresiasi terhadap karya dan keinginan untuk menyebarluaskannya . Maaf dan terima kasih untuk pemilik hak atas karya.

Terima kasih untuk semua orang yang telah menyumbangkan label dan untuk semua pihak yang telah mengabarkan keberadaan blog ini.

Desain oleh Masé, 18 Juli 2005

 

Blogdrive