![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() ![]() ![]() Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot. ![]() Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja. Salam gombal, kéré kêmplu ![]() Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan. Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.
Nina Uletbulunaikdaun ![]() Reference: Blog ![]() "... it's a beautiful gallery..." Bermula dari sini... GOMBALKARTU: Mainan lain mulai Agustus 2005 ![]() ![]()
Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D ![]() ![]()
Contact Me |
9.10.04 | 02:13
Tancep terus, Mas Bimo! Setahu saya, Bimo, eh Bima, itu tokoh yang lurus, lugas, jauh dari petualangan romantis macam Arjuna. Tapi entah kenapa dia dijadikan simbol kekuatan [selain kejantanan] untuk jamu yang akan dikesankan sebagai afrodisiak. Mungkin karena kukunya, pancanaka, yang dalam posisi selipan jari tertentu akan melambangkan kopulasi. Maka jadilah Jamu cap Kuku Bima. Padahal kalau tersugesti sebagai Bima, lantas mengidentifikasi diri sebagai sang tokoh, maka si peminum jamu akan main lugas, apa adanya, langsung serbu, tak seperti Arjuna the great womanizer itu. Tapi, apa iya itu memang afrodisiak? Kalau kita lihat kemasannya sih nggak ada gambar karonsih maupun suasana asmaradana. Lha wong gambar orang ngangkat halter gitu kok dihubungkan sama "bikin cinta". Kuku Bima, katanya, "kurang kuat, bini marah". Jayus, garing, tapi mestinya ungkapan itu layak diensiklopedikan, supaya 50 tahun mendatang orang bisa terbahak.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||