ke halaman blog induk

pemoeda djawa, sampai sekarang masih dibikin oleh niemeyer





Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot.

pemoeda djawa

Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja.

Salam gombal,
kéré kêmplu





Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan.

Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.


Nina Uletbulunaikdaun


Reference: Blog


"... it's a beautiful gallery..."




Bermula dari sini...




GOMBALKARTU:
Mainan lain mulai Agustus 2005







 
 






Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D

dengan segala hormat anda saya larang tersenyum apalagi ketawa saat menatap gambar ini

Apakah mereka meng-update blognya?

<< February 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


Contact Me

rss feed


16.2.05 | 20:48
Montok dan patriarki

Ketika kita menuding industri telah memaksakan standar kecantikan, maka jangan hanya membayangkan perusahaan global macam Mattel dan sejumlah produsen kosmetika. Jangan cuma membayangkan Barbie, yang telah mengonstruksikan kecantikan wanita sebagai tinggi, langsing, berleher jenjang, berkaki panjang, dan berpayudara kencang membusung [yang ada di boneka memang begitu kan?]. Begitu kelewat idealnya Barbie, sehingga ukuran pinggangnya pernah diprotes karena terlalu kecil, bisa mendorong anoreksia. Bukan hanya mereka, pemodal transnasional, yang telah memformat baku kecantikan. Pengrajin jamu [ya, mereka menyebut diri begitu] cap Akar, dari Solo, Jawa Tengah, pun melakukannya. Dengan menampilkan wanita berkebaya? Tidak. Lihatlah: dua wanita dengan rok tanpa lengan, berleher V. Entahlah si ilustrator mencontohnya dari mana. Montok adalah padat, tidak kurus kering tapi juga tak gembrot. Ada tulang yang tersembunyikan, sekaligus tak ada lemak bergelambir. Persoalannya, si pengrajin jamu itu secara sadar memformat kecantikan atau sekadar meneruskan standar kecantikan menurut babad patriarkal, yang diyakini sebagai tradisi? Oh ya, kenapa selalu ada kata "galian"? Saya belum tahu.

Name
May 27, 2005   03:01 PM PDT
 
Namanya juga jamu produksi industri rumah tangga, jadi maklum aja kalau kemasannya sederhana banget...

Kalo dihina habis-habisan begini, ntar jamunya sepi, yang punya bangkrut, karyawannya di PHK, terus pemiliknya bunuh diri karena terbelit utang... Dosa lo!!! :-p :-D :-p

Jamuuu... Jamuuuuu... !!! Maaas, jamune masssss...! Ho oh ho ohhh.. !!!
Intan
March 21, 2005   12:13 PM PST
 
heuheuheueh...kalo yang dijalan-jalan itu...awas galian lobang...apa ada jamunya ya?? jamu galian lobang? kalo ada..apa yang diobati ya kira2? :))
Luigi
February 26, 2005   10:16 PM PST
 
Wah kalau nggak di "gali" nggak bakalan keliatan "emas"nya ;-), Itu koleksi bungkus jamu-nya okeh banget..! Aku jadi inget pengen ikutan minum jamu "singset", nih!

Mau nyoba jamu buatan Liberia?, ada nih warungnya deket kantor, katanya sih obat kuat, campurat serabut buah sawit dan jampi2 voodo ala Liberia.. yang ada bisa berdiri terus tanpa bisa turun ;-D

Khabar baik-kah?
aoi
February 21, 2005   05:20 PM PST
 
hadu....dasar lelaki..superfisial
toko sebelah
February 21, 2005   07:13 AM PST
 
cw sexy dimataku: putih, cantik, tanpa jerawat, tinggi, langsing, susunya kencang, rambutnya lurus, pantatnya padat, ditangannya ada bulu2 halus, diketeknya ada bulu lurus item natural, dibawah pusernya juga ada, warna putingnya gak gelap amat, warna bibir bawahnya juga gak gelap malah kemerahan. aku akan married kalo dapat yg gitu
mer
February 21, 2005   12:08 AM PST
 
apa galian itu ada hubungannya sama gelombang2 galian tanah yg kaga rata?.. jadi yang montok bentuk bergelombang itu yang katanya okeh....
viga
February 20, 2005   07:41 PM PST
 
wah itu sech pola pikir orang jawa
lif
February 19, 2005   10:52 PM PST
 
standar cwe cantik nan seksi, ya yang tinggi montok, mulus, padat, serta lincah. soal galian emang smua bahan jmunya kan harus digali dari tanah ommm...
didats
February 19, 2005   07:50 AM PST
 
saya inih masih bingung, sampeyan dapet gambar2 kuno iku dari mono?
galian, ora ngerti boso jowo aku...
iku jamu jowo kan? :D
Ican
February 18, 2005   07:31 AM PST
 
Pak' De

Gombal dan patriaki sudah kodrat dari sononya. Mengapa? Karena wanita itu sudah kodratnya senang di 'gombali', dan pria ijuga sudah menjadi 'kodratnya' senang 'menggombali'. Akhirnya, yah begitulah, jadilah dunia kita yang katanya 'partriaki' itu.

Kalau sudah begitu adanya dan apa salahnya? Apa harus diubah menjadi matriaki. Yah silahkan dan ok-ok aja. Senang malah digombali oleh para wanita. hehehehe
afif
February 18, 2005   01:20 AM PST
 
sudah 2 hari lalu pakdhe baca postingan ini, tapi mo komentar apa wong ga ada ide. gini aja soal kata "galian" itu ga usah dibahas, solusinya begini. "galian" kan hasil dari gali mengali, lah apa hubunganya dengan wanita. bukanya wanita itu untuk "digali" pakdhe. makanya ditampilkan tulisan galian di bungkusnya.
mpokb
February 17, 2005   01:10 PM PST
 
walah, kok gambarnye cewek belande? kalo minum itu aye bisa kayak belande juga kali ye? bukan SOLO kali, tapi OSLO :P

:: sekarang aye baru paham, raja dari segala raja ternyata iklan. kekekek, telmi baaanget ye?
anna
February 17, 2005   12:43 PM PST
 
Hmm, kenyataan yang paling MENYAKITKAN adalah bahwa perempuan sebagai objek yang sangat laku untuk di komersialkan dalam bentuk apapun...
lantip
February 17, 2005   09:57 AM PST
 
wah.. mungkin memang ini konstruksi pikiran "jawa" tentang kecantikan/kemontokan? soalnya saya juga suka yang montok je *wogh.. jujur kok piye..hihihi* lha kalau masalah galian, mungkin alasannya karena akar-nya digali om.. mungkin kalo cuma didangir.. namanya jadi dangiran.. hehe
|

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry  Home  Next Entry
   


© Hak cipta gambar ada pada masing-masing pemilik, pemuatan di sini tanpa meminta izin, semata karena apresiasi terhadap karya dan keinginan untuk menyebarluaskannya . Maaf dan terima kasih untuk pemilik hak atas karya.

Terima kasih untuk semua orang yang telah menyumbangkan label dan untuk semua pihak yang telah mengabarkan keberadaan blog ini.

Desain oleh Masé, 18 Juli 2005

 

Blogdrive