ke halaman blog induk

pemoeda djawa, sampai sekarang masih dibikin oleh niemeyer





Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot.

pemoeda djawa

Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja.

Salam gombal,
kéré kêmplu





Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan.

Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.


Nina Uletbulunaikdaun


Reference: Blog


"... it's a beautiful gallery..."




Bermula dari sini...




GOMBALKARTU:
Mainan lain mulai Agustus 2005







 
 






Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D

dengan segala hormat anda saya larang tersenyum apalagi ketawa saat menatap gambar ini

Apakah mereka meng-update blognya?

<< July 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


Contact Me

rss feed


18.7.05 | 14:50
Sehat, dari generasi ke generasi

Dalam sebuah pertemuan untuk menyimak presentasi, teman saya menatap boks kue. "Mereknya itu lho, kok mengingatkan saya sama sanitasi dan saniter," katanya. Saya menyahut, "Toto? KIA? Pinangsia? Panglima Polim?" Dua nama terakhir adalah kawasan di Jakarta yang punya sejumlah toko keramik dan perlengkapan kamar mandi. Si empunya merek Sanitas tentu tak berpikir sesesat kami, orang-orang awam yang miskin stok istilah. Sanitas yang mereka maksudkan tentulah bersih-sehat lahir maupun batin, sekelompok dengan higiene. Kue yang lezat dan higienis, tepatnya. Dan itu pun terbukti. Sejak lama. Terbikin sejak 1920. Berbasis di Semarang, Jawa Tengah. Punya cabang di Blok M, Jakarta Selatan. Kekunoan itu mereka jadikan kekuatan sehingga gaya Belanda dimasukkan ke dalam kardus lipat: bakkerij. Tapi saya ragu apakah si maskot berupa koki imut itu sudah ada sejak awal. Cara penggambaran wajah mengingatkan saya pada pada gaya komik H.C. Andersen, dan apapun yang di-Andersen-kan, terbitan Maranatha Bandung dan pengikutnya, pada tahun 70-an. Mata belalak bening [yang kadang agak berkaca] adalah salah satu cirinya. Sama seperti manga, komik Jepang.




Bobby Surya
November 10, 2006   04:27 AM PST
 
Setiap kali pulang Indonesia / Semarang, selalu beli macam2 roti di Sanitas. Terutama roti coklat, kacang dan sosis nya. Hhmmmm yummi ............
boe
July 19, 2005   06:05 PM PDT
 
mmm ... sanitas ... terjual di satu ruas jalan mataram, dan kalo kebetulan naek daihatsu di semarang boleh juga teriak 'Sanitas kiri, mas!' kenek nya 'ngeh kok ...
kere kemplu
July 19, 2005   01:08 AM PDT
 
waaaaa kirim dong mi. ayo, mana? mana? :)
fahmi
July 18, 2005   04:18 PM PDT
 
kalo dapet bungkusnya roti Tjwan Bo, perhatikan tulisan sejak tahun seribu sembilan ratus sekian, dan tulisan tanpa bahan pengawet, lucu.
|

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry  Home  Next Entry
   


© Hak cipta gambar ada pada masing-masing pemilik, pemuatan di sini tanpa meminta izin, semata karena apresiasi terhadap karya dan keinginan untuk menyebarluaskannya . Maaf dan terima kasih untuk pemilik hak atas karya.

Terima kasih untuk semua orang yang telah menyumbangkan label dan untuk semua pihak yang telah mengabarkan keberadaan blog ini.

Desain oleh Masé, 18 Juli 2005

 

Blogdrive