ke halaman blog induk

pemoeda djawa, sampai sekarang masih dibikin oleh niemeyer





Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot.

pemoeda djawa

Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja.

Salam gombal,
kéré kêmplu





Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan.

Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.


Nina Uletbulunaikdaun


Reference: Blog


"... it's a beautiful gallery..."




Bermula dari sini...




GOMBALKARTU:
Mainan lain mulai Agustus 2005







 
 






Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D

dengan segala hormat anda saya larang tersenyum apalagi ketawa saat menatap gambar ini

Apakah mereka meng-update blognya?

<< October 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


Contact Me

rss feed


11.10.04 | 20:49
Kucing belagu

kucing bersepatuDia kucing yang pintar akting, sehingga semua orang seperti tersihir, percaya kepada bualannya. Pengusaha yang kagum sama kucing bersepatu itu alah Joe Kamdani, pendiri PT Datascrip. Dia terkesan oleh kepercayaan diri si kucing dalam berhubungan dengan orang-orang besar. Bayangkan ketika memulai bisnis dia kikuk, tak tahu table manner. Dan setelah sukses, dia tak malu mengungkapkan kisah muram-lucu masa lalu. Bagaimana dengan kertas sigaret ini? Dia saya temukan di stasiun Kedungjati beberapa tahun silam, saat saya traveling dan bikin foto-foto hitam putih di atas kereta rakyat Solo-Semarang berbangku kayu selama enam jam [kalau pakai mobil, via Boyolali-Salatiga, cuma tiga jam], menyusuri hutan jati, bersama para pedagang antardesa-antarkecamatan. Di antara mereka ada pedagang gentong gerabah, yang bawaannya memenuhi gerbong. Bagusnya, dari pedagang pisang saya bisa membeli pisang, ldan angsung memakannya di atas kereta. Tiketnya murah, lebih murah daripada sebungkus rokok, tak sebanding biaya hotel di Solo dan Semarang. :)

loucee
October 13, 2004   12:58 PM PDT
 
satu hal yang membedakan grafis Indonesia dengan yang di Barat sana adalah, bahasa visual kita yang sangat polos, harafiah dan apa adanya.
Label Tjap Kutjing ya gambarnya kucing, Label Kuku Bima ya gambarnya Bima lagi mamerin kuku.
semakin detail gambarnya, semakin sukeslah diyakini desainnya.
yg jelas faham 'less is more' tidak berlaku disini, bukan? but.. hey, that's the beauty of them.. ;)
|

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry  Home  Next Entry
   


© Hak cipta gambar ada pada masing-masing pemilik, pemuatan di sini tanpa meminta izin, semata karena apresiasi terhadap karya dan keinginan untuk menyebarluaskannya . Maaf dan terima kasih untuk pemilik hak atas karya.

Terima kasih untuk semua orang yang telah menyumbangkan label dan untuk semua pihak yang telah mengabarkan keberadaan blog ini.

Desain oleh Masé, 18 Juli 2005

 

Blogdrive