ke halaman blog induk

pemoeda djawa, sampai sekarang masih dibikin oleh niemeyer





Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot.

pemoeda djawa

Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja.

Salam gombal,
kéré kêmplu





Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan.

Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.


Nina Uletbulunaikdaun


Reference: Blog


"... it's a beautiful gallery..."




Bermula dari sini...




GOMBALKARTU:
Mainan lain mulai Agustus 2005







 
 






Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D

dengan segala hormat anda saya larang tersenyum apalagi ketawa saat menatap gambar ini

Apakah mereka meng-update blognya?

<< September 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


Contact Me

rss feed


19.9.05 | 13:32
Pesona istana

Pamor keraton belum pudar. Terbukti, keraton tak hanya bertahan di pentas kethoprak, tetapi juga rokok [bikinan orang dalam] dan yang terbaru: minuman instan. Dikemas modern, dalam aluminium foil, memakai bar code pula [ini simbol perdagangan masa kini], Keraton Sari Jahe yang mengenal kedaluwarsa ini bisa dijadikan minuman panas maupun dingin. Menurut pembuatnya, cocok pula untuk wedang ronde, susu, kopi, bahkan... santan!

Keraton Jahe ini dari vorstenlanden [Yogya-Sala]? Bukan. Bikinan wong Jawa Wetan, tepatnya Pandan Landung, Malang.

Dengan tambahan ginseng dan gula, sensasi apa yang ditawarkan? Sungguh percaya diri, sekaligus rendah hati, dan mungkin jujur, Usaha Dagang Addi Lestari, produsennya, tak menjanjikan apapun. Tak ada janji gombal rasa maupun khasiat, selain "cocok untuk..." dan "juga nikmat bila..."

Sungguh Jawa modern: kemasan boleh masa kini, tapi teks tak bersombong diri. Ehm, jangan-jangan inilah esensi kepriayian keraton tulen: jangan banyak membual supaya tak menjadi gombal.



Angga
March 9, 2006   12:33 PM PST
 
hehehe..di rumah nyokap selalu ada jahe ini. Kemaren eksperimental buat bikin STMJ dan hasilnya... enak juga.. ;)
mpokb
September 19, 2005   07:09 PM PDT
 
blum pernah liat bungkusan ini di toko.. dulu sebelum tes masup kerja aye minum kupi ginseng.. eh tapi waktu tes kok malah ngantuk yak?
|

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry  Home  Next Entry
   


© Hak cipta gambar ada pada masing-masing pemilik, pemuatan di sini tanpa meminta izin, semata karena apresiasi terhadap karya dan keinginan untuk menyebarluaskannya . Maaf dan terima kasih untuk pemilik hak atas karya.

Terima kasih untuk semua orang yang telah menyumbangkan label dan untuk semua pihak yang telah mengabarkan keberadaan blog ini.

Desain oleh Masé, 18 Juli 2005

 

Blogdrive