ke halaman blog induk

pemoeda djawa, sampai sekarang masih dibikin oleh niemeyer





Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot.

pemoeda djawa

Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja.

Salam gombal,
kéré kêmplu





Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan.

Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.


Nina Uletbulunaikdaun


Reference: Blog


"... it's a beautiful gallery..."




Bermula dari sini...




GOMBALKARTU:
Mainan lain mulai Agustus 2005







 
 






Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D

dengan segala hormat anda saya larang tersenyum apalagi ketawa saat menatap gambar ini

Apakah mereka meng-update blognya?

<< September 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


Contact Me

rss feed


27.9.05 | 00:51
Lumpia Nona

Lunpia atau lumpia? Sama saja. Maksudnya spring roll. Kita menyerapnya dari bahasa Cina [Hokkian?], dan kaum peranakan di Semarang masih setia dengan "lunpia". Kalau ingin lebih jelas bertanyalah kepada Remy Sylado, sang munsyi itu.

Semarang tak sendirian. Malang juga punya lumpia. Jakarta juga — tapi bumbunya beda. Lumpia semarang [dengan "s" kecil, seperti "y" kecil dalam "gudeg yogya"], terutama yang isi ayam, memang sedap. Dengan lalap daun bawang pedas, wuahhhh. Basah-mentah maupun [apalagi] goreng kering panas, sungguh lezat jadi teman menyeruput teh melati.

Manakah lumpia yang asli, atau menjadi pelopor, Aulia yang orang Suara Merdeka mungkin bisa bercerita karena korannya pernah menceritakan soal itu. Biru Elang-Bara mungkin juga tahu. Andaikan sejarawan lokal otodidak Amen Budiman masih hidup, mungkin dia dapat menuliskan riwayat lumpia semarang.

Di Semarang ada banyak lumpia — juga banyak merek wingko babat. Bagaimana setiap penyaji membedakan diri, itu sebuah seni. Maka Lunpia Mataram pun mencoba tampil modern, menurut masanya. Nona rambut sebahu, dengan sisiran yang [mungkin] diilhami oleh komik ala H.C. Andersen dan yang mengandersen terbitan Maranatha Bandung tahun 70-an, berwajah agak eurasia [terpengaruh Jan Mintaraga?], hasil olahan gambar manual dengan pena [tinta bak cap Naga?] dan cat air [merek Guitar?] dicetak dengan letter press, menampakkan raster kasar tapi masih memancarkan gradasi, telah menawarkan sebuah kelezatan nan gurih lagi nyaman. Tak perlu acung jempol. Cukup sebatang [atau selonjor?] lumpia dalam genggaman. Sebuah cara memegang lumpia yang kurang lumrah, tapi siapa tahu mewakili kenyataan saat si model memperagakannya.

Sekarang jawablah Nona, kenapa kau tak mau menatap kami, para pelahap lumpia? Kerlingkanlah barang sesudut ke arah kami.



Wahyoe
November 10, 2014   01:13 AM PST
 
&#8706;&#311;&#366; Suka
Wahyoe
November 10, 2014   01:13 AM PST
 
&#8706;&#311;&#366; Suka
Wahyoe
November 10, 2014   01:13 AM PST
 
&#8706;&#311;&#366; Suka
penjelajah
February 19, 2011   03:51 PM PST
 
ngliat gambar retro'nya kaga nahann.... hehehe.. i like it
joko
February 16, 2007   09:40 AM PST
 
website yang sangat menghibur.pantau terus ah
baloemar
March 16, 2006   02:15 PM PST
 
megangnya sudah betul krn ukurannya lumayan besar, kwatir mrucut mbah.

baloemar
orang bogor
December 13, 2005   09:10 PM PST
 
hallo .. salam kenal ... kocak juga blognya ... idenya unik dan orisinil .. hehe ... mau komentar soal lumpianya nih mas ... selain semarang, di bogor lumpianya juga khas. sedikit beda dari lumpia semarang yg pake rebung, di bogor content si lumpia diganti tauge, bengkoang, and tahu.
selain itu ... orang sunda banyak yg menyebut lumpia dengan sumpia. mungkin kalo salah satu dari penjual lumpia ini mau bikin kemasan tandingan .. mereka bikin sumpia eneng [maksa banget ga seeeeeeeeeeh]
dee
October 31, 2005   01:25 PM PST
 
lun = roda, gulungan
pia = kue

aulia
October 19, 2005   06:23 PM PDT
 
jangan, jangan tanya saya. sungguh, sungguh saya tidak tahu soal wingko, hehehe (suka amad deh ke blog ini)
mpokb
September 29, 2005   01:36 PM PDT
 
lihatlah arah tatapan mata --> pada orang yg duduk di depannya. siapa? nggak tahu, wong gak ada gambarnya hehehe... nyam2..
|

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry  Home  Next Entry
   


© Hak cipta gambar ada pada masing-masing pemilik, pemuatan di sini tanpa meminta izin, semata karena apresiasi terhadap karya dan keinginan untuk menyebarluaskannya . Maaf dan terima kasih untuk pemilik hak atas karya.

Terima kasih untuk semua orang yang telah menyumbangkan label dan untuk semua pihak yang telah mengabarkan keberadaan blog ini.

Desain oleh Masé, 18 Juli 2005

 

Blogdrive