ke halaman blog induk

pemoeda djawa, sampai sekarang masih dibikin oleh niemeyer





Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot.

pemoeda djawa

Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja.

Salam gombal,
kéré kêmplu





Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan.

Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.


Nina Uletbulunaikdaun


Reference: Blog


"... it's a beautiful gallery..."




Bermula dari sini...




GOMBALKARTU:
Mainan lain mulai Agustus 2005







 
 






Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D

dengan segala hormat anda saya larang tersenyum apalagi ketawa saat menatap gambar ini

Apakah mereka meng-update blognya?

<< October 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


Contact Me

rss feed


12.10.04 | 13:07
Wenter wantek

raja wenter jambon, funky kan?selamanya tulen, sungguh hebat
Kata lama "wantek", sebagai sesuatu yang teguh, tak mudah luntur, rupanya berasal dari dunia wenter. Inilah masa lalu Indonesia ketika industri tekstil dan garmen belum maju, sehingga cara untuk memperkaya tampilan adalah dengan mewarnai pakaian sendiri. Bisa baju, celana atau kaos baru yang diubah warnanya, bisa juga pakaian lama dicelup ulang supaya nggak kelihatan pudar. Pilihan warnanya juga oke lho. Ada "jambon" [merah jambu], tapi tak mendekati pink-nya Barbie. Ada pula oranye tua. Saya tak tahu, siapa pengguna warna-warni berani itu pada masa lalu. Masa sih pantalon dril putih dicelup jadi jambon atau oranye? Pangkeh bener! Kini, pada abad ke-21, masihkah wenter dijual? Diskonan di Matahari dan Ramayana saja sudah murah, ngapain juga berepot diri dengan main celup. Repot? Baca aturan pakai dalam gambar! :)

baca aturan pakai!

loucee
October 14, 2004   10:49 AM PDT
 
ada rencana kunjungan lagi gak? saya mau mengekor kalo boleh.. :) mumpung saya mau pulang ke tanah air nih, sebelum di'sandera' sama ratu elizabeth.
Technische H School
October 13, 2004   12:13 PM PDT
 
about hidden artists? itu pertanyaan saya sejak dulu! tapi saya beruntung pernah bertemu orang macam itu, bahkan bertandang ke "studio"-nya... alat cetak yang selalu terbayang saat mereka bekerja adalah letter press...
loucee
October 13, 2004   11:01 AM PDT
 
saya selalu penasaran dengan orang-orang yang membuat design label produk-produk semacam ini. any info?
|

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry  Home  Next Entry
   


© Hak cipta gambar ada pada masing-masing pemilik, pemuatan di sini tanpa meminta izin, semata karena apresiasi terhadap karya dan keinginan untuk menyebarluaskannya . Maaf dan terima kasih untuk pemilik hak atas karya.

Terima kasih untuk semua orang yang telah menyumbangkan label dan untuk semua pihak yang telah mengabarkan keberadaan blog ini.

Desain oleh Masé, 18 Juli 2005

 

Blogdrive