ke halaman blog induk

pemoeda djawa, sampai sekarang masih dibikin oleh niemeyer





Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot.

pemoeda djawa

Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja.

Salam gombal,
kéré kêmplu





Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan.

Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.


Nina Uletbulunaikdaun


Reference: Blog


"... it's a beautiful gallery..."




Bermula dari sini...




GOMBALKARTU:
Mainan lain mulai Agustus 2005







 
 






Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D

dengan segala hormat anda saya larang tersenyum apalagi ketawa saat menatap gambar ini

Apakah mereka meng-update blognya?

<< September 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


Contact Me

rss feed


13.9.05 | 11:41
Thumb up! [Kriuk! Crisss!]

Kalau krisis energi kian parah, kita akan kembali berurusan dengan semprong. Itu lho, tabung kaca tipis, hasil kerajinan, yang dipakai untuk melindungi api sumbu teplok dari terpaan angin. Si semprong pula yang menjadi sekat agar gambar artis cewek pada bidang cantelan teplok tak hangus. Kalau krisis energinya sudah amat menyedihkan, sehingga listrik menjadi amat sangat mahal, makin banyak saja kartu nama teman yang berganti kantor: "Titi Pelitahati, marketing manager, CV Semprong Kinclong Jaya".

Semprong mudah pecah, karena kualitasnya memang kelas rakyat. Tapi tenanglah, ada warung yang menyediakannya. Meski tanpa standar industri, dan Anda cukup menggambarkan ukuran teplok, si penjual dapat memilihkan semprong yang diameternya pas dengan dudukan pada teplok.

Semprong yang mudah pecah mempermudah pemain jathilan untuk mendapatkan bahan keremusan saat kesurupan. Dalam keadaan trance mereka bisa mengeremus beling. "Kriuk! Crisss!" Lalu dilepeh "Buehhhh!" Tapi ketika semprong kian langka, pemain jathilan memanfaatkan pecahan lampu tabung [neon]. Esok ketika krisis energi kian parah, sehingga banyak rumah tangga akan berteplok, pemain jathilan akan mendapatkan jatah lamanya: semprong. Cap Jempol, dengan "kwalitet" terjamin, artinya pecahannya memang crispy.

Adakah dari Anda yang ingat cara membersihkan semprong?

5.9.05 | 15:48
Tomi si Topi Miring

Boleh jadi mata saya tidak beres. Saya lihat, topi lelaki yang malas mencukur kumis-jenggot-cambang ini tidak terpasang miring. Sedikit bergelombang lekuk, memang iya. Tapi si empunya merek menyebutnya Topi Miring. Konsumen menyingkatnya "Tomi". Ah ya, mungkin topinya miring ke depan, atau ke belakang, pokoknya bukan menyamping. Saya tak tahu kenapa dinamai Topi Miring. Dulu, waktu awal mendengar, saya pikir itu sebutan lokal, gaya kampung, untuk Johnnie Walker. Bertahun kemudian, belum ada setahun, saya baru ngeh, memang ada merek Topi Miring. Merek yang nyeleneh, dan nyatanya menancapkan brand awareness yang cukup kuat. Tanyalah peminum kelas gardu ronda dan pangkalan ojek. Pasti mereka lebih mengenal Tomi [dan Mansion House] ketimbang Kahlua, Absolute, Skyy atau Southern Comfort.

Tomi kemasan seperempat liter, dalam botol wiski ukuran kantong ala Kapten Haddock, harganya sekitar Rp 3.500. Lebih murah daripada sebungkus Djie Sam Soe. Cuma seperdua puluh harga anggur termurah impor di pasar swalayan.

Soal rasa saya tak tahu, karena saya bukan peminum merek apapun dan kelas apapun. Yang saya agak tahu, di tangan konsumen setianya, Tomi ini memacu mixology atau seni bartending yang ajaib. Tomi dicampur minuman taurin macam Krating Daeng atau Extra Joss, disatukan dengan Fanta dan Sprite, dan entah apalagi, disajikan dengan gelas seadanya, tanpa garnish, tanpa olesan bubuk garam di bibir gelas... Hasilnya? Sama dengan minuman di tempat lain yang minimal menghabiskan ongkos senilai gaji sebulan peminum setia Tomi: riang, kadang lupa diri, sesekali terjerembab ke got mirip tikus.

Dalam keadaan mabuk, topi lurus bisa jadi miring. Bisa pula sebaliknya: topi miring jadi lurus. Artinya, kalau meminjam salah satu humor Alfred Hitchcock, orang mabuk di atas dek kapal, di tengah amuk badai, akan berjalan lurus. Sebuah antidot terhadap gambaran pelaut mabuk yang berjalan sempoyongan, padahal di darat, seolah sedang berjalan di atas dek kapal yang digoyang angin ribut. Lantaran Johnnie Walker atau Tomi, itu tak penting. Yang penting miring. Kalau tanpa topi, tapi gendut, brewok, botak sebagian, ikal berkilat, dia bernama Luciano Pavarotti.




26.8.05 | 23:37
Wangi mulus tapi bak kesemek

 

Anda tahu buah kesemek [Diospyros kaki]? Itu sebuatan saya waktu kecil untuk bocah, balita, laki maupun perempuan, yang sehabis mandi tampak bersih, mulus, tapi pupurannya kelewat tebal, sehingga seperti kesemek. Kalau lebih tebal, dan merata, itu namanya riasan ala kabuki, ketopraknya Jepun.

Bingung membayangkan? Kesemek adalah buah yang kulitnya berwarna kuning tua atau jingga, dan entah kenapa di tangan penjual buah di pasar kulitnya selalu terlaburi serbuk putih yang tak merata. Seingat saya rasa daging buahnya tak terlalu manis, tapi asam pun tidak. Cenderung anyep, kata orang Jawa. Tapi kalau sudah didinginkan di kulkas sedap juga. Saya kurang tahu adakah varietas baru yang lebih manis.

Nah, di tengah serbuan sekian jenis produk baby care global, "bedak kampung" [maaf, kalau menyinggung perasaan] cap Happy ini masih ada. Saya lupa berapa harganya, pokoknya lebih murah ketimbang sebugkus rokok kretek berfilter.

Sekarang amatilah si bayi yang muncul dalam dua versi. Pada dinding silinder plastik [dulu karton] dia berkulit terang. Tapi pada tutup kemasan dia berkulit gelap, karena itulah barangkali dia butuh dikesemekkan. Persamaannya: kedua versi ini menampakkan usia yang lebih tua dari balita. Pada gambar tutup, ia tampak nakal, ingin merebut bedak dari suster.

Bedak ini, menurut gambar kemasan, juga cocok untuk wanita dewasa. Sulit membayangkan jika cewek zaman sekarang pakai bedak itu sebelum kencan. Bisa-bisa dia dipaggil Miss Kesemek. Lebih tua lagi akan dijuluki Lady Kesemek.

13.8.05 | 02:40
5 Pasal Keluarga Khong Guan

di manakah ayah? TENTANG "roti kaleng cap Khong Guan" [orang Jawa menyebut biskuit sebagai roti] versi orisinal, yaitu assorted biscuits yang diakrabi para keluarga di Indonesia, ada lima pasal.

1 | Saya dulu waktu kecil sangat terkesan oleh ilustrasi dalam kaleng, yang sampai hari ini tak diganti. Keluarga yang hangat sedang bersantai di meja makan bertaplak linen dengan bekas lipatan yang kentara. Tapi saya membatin, di manakah bapaknya? Ah, anggap saja dialah yang memotret keluarganya. Dia tak tahu cara menggunakan self timer. Lho, ini kan lukisan? Hmmm anggap saja hasil salinan dari foto.

2 | Sejak kecil saya tergeli-geli oleh potongan rambut anak lelaki itu. Pada suatu Senin tahun 2001 di sebuah kantor, seorang pegawai anyaran masuk kerja dengan potongan rambut baru. Ada komentar jahat: " Keren! Rambutmu kayak biskuit Khong Guan." Teman-teman sekantor setuju. Anak itu tak mau mengulangi gaya rambutnya yang hebat.

belum jadi orang indonesia modern kalau belum kenal ini 3 | Dulu, waktu saya bocah, yang paling saya sukai dari Khong Guan versi orisinal [ya, isinya campuran itu] adalah wafernya. Tapi sayang wafernya selalu sedikit.

4 | Dasar lidah sontoloyo, setelah mengenal biskuit merek lain, barulah saya sadar bahwa Khong Guan versi orisinal bukan yang terenak. Setelah ada peragaman produk, rasanya lebih bervariasi, ada yang enak. Maka jangan heran bila ada yang terkesan.

5 | Khong Guan termasuk perusahaan PMA awal yang masuk pada Orde Baru, seangkatan dengan Tancho.Tapi sebelum itu Khong Guan punya sejarah panjang.

Sekarang tambahkan pasal Anda.

Link: berita kurang gurih tentang Khong Guan

     Next Page
   


© Hak cipta gambar ada pada masing-masing pemilik, pemuatan di sini tanpa meminta izin, semata karena apresiasi terhadap karya dan keinginan untuk menyebarluaskannya . Maaf dan terima kasih untuk pemilik hak atas karya.

Terima kasih untuk semua orang yang telah menyumbangkan label dan untuk semua pihak yang telah mengabarkan keberadaan blog ini.

Desain oleh Masé, 18 Juli 2005

 

Blogdrive