![]() |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() ![]() ![]() Saya bukan seorang kolektor maupun "kolekdol" [mengoleksi karya untuk dijual]. Saya hanya seorang pemulung, itu pun tak serius, bahkan hanya asal comot. ![]() Bagi saya, rasanya menyenangkan bisa memegang dan mengamati desain label dan kemasan yang kadang tak jelas siapa penciptanya itu. Mumpung kertas-kertas bergambar itu belum semakin tercecer, tercecer dan tercecer, sebagian saya selamatkan di sini saja. Salam gombal, kéré kêmplu ![]() Sajian utama blog ini adalah gambar. Adapun teks itu hanya bualan, omong kosong, semata agar gambar tak kesepian seolah tak berkawan. Meskipun begitu saya berterima kasih kepada para korban bualan yang mau buang waktu memberikan apresiasi khusus.
Nina Uletbulunaikdaun ![]() Reference: Blog ![]() "... it's a beautiful gallery..." Bermula dari sini... GOMBALKARTU: Mainan lain mulai Agustus 2005 ![]() ![]()
Jika Anda punya label dan kemasan yang menarik, boleh Anda kirimkan gambarnya ke saya, atau... hard copy-nya sekalian :) Jangan sungkan, saya memang pemulung. :D ![]() ![]()
Contact Me |
7.10.04 | 02:51
Tembako tjap Pemoeda Djawa Eksotis, sekaligus ngeselin. Rupanya di mata penjajah dulu, orang "bumiputera" itu eksotis, cocok untuk merek produk yang berasal dari tanah jajahan: tembakau. Maka jadilah Javaanse Jongens. Sudah dijajah, diperas, masih dipakai buat ikon pula. Sontoloyo betul! Sampai kini tembakau itu masih diproduksi, bungkusnya memakai bar code. Isinya Mild, Enteng dan mantap Tembaco. Kalengnya pun dijual, untuk wadah tembakau. Di negeri yang cukai rokoknya tinggi, tembakau untuk tingwé [linting dhéwé] masih laku. Itu pula sebabnya Niemeyer, produsen tembakau ini, pernah memasarkan alat pelinting sigaret dari plastik untuk konsumen Belanda. Saya nggak tahu apakah brand ini cukup kuat di Holland. Tapi dalam sebuah dokumentasi North Sea Jazz Festival di Den Haag awal 90-an, tercatat bahwa merek tembakau ini punya anjungan buat berpentas.6.10.04 | 21:01
TEKA-TEKI MEREK Apa iya, sebuah merek adalah pencitraan diri pemiliknya? Saya tak tahu. Apa iya, merek juga berarti cerminan produsen dalam mencitrakan konsumennya? Saya tak paham. Apalagi jika menyangkut branding, maka desain kemasan hanya satu hal. Di luar itu adalah upaya komunikasi pemasaran berikut segala bla-bla-bla yang membingungkan. Saya tak paham itu semua. Lebih menyenangkan melihat desain kemasan barang-barang itu... Apakah barangnya laku atau tidak, menjadi ikon zaman atau sekadar terselip di lapak penjual sampai penjualnya lupa, saya juga tak begitu paham. Itu urusannya orang pintar, kaum yang sudah cerdik masih cendekia pula. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||