Entry: Kucing belagu 11.10.04



kucing bersepatuDia kucing yang pintar akting, sehingga semua orang seperti tersihir, percaya kepada bualannya. Pengusaha yang kagum sama kucing bersepatu itu alah Joe Kamdani, pendiri PT Datascrip. Dia terkesan oleh kepercayaan diri si kucing dalam berhubungan dengan orang-orang besar. Bayangkan ketika memulai bisnis dia kikuk, tak tahu table manner. Dan setelah sukses, dia tak malu mengungkapkan kisah muram-lucu masa lalu. Bagaimana dengan kertas sigaret ini? Dia saya temukan di stasiun Kedungjati beberapa tahun silam, saat saya traveling dan bikin foto-foto hitam putih di atas kereta rakyat Solo-Semarang berbangku kayu selama enam jam [kalau pakai mobil, via Boyolali-Salatiga, cuma tiga jam], menyusuri hutan jati, bersama para pedagang antardesa-antarkecamatan. Di antara mereka ada pedagang gentong gerabah, yang bawaannya memenuhi gerbong. Bagusnya, dari pedagang pisang saya bisa membeli pisang, ldan angsung memakannya di atas kereta. Tiketnya murah, lebih murah daripada sebungkus rokok, tak sebanding biaya hotel di Solo dan Semarang. :)

   1 comments

loucee
October 13, 2004   12:58 PM PDT
 
satu hal yang membedakan grafis Indonesia dengan yang di Barat sana adalah, bahasa visual kita yang sangat polos, harafiah dan apa adanya.
Label Tjap Kutjing ya gambarnya kucing, Label Kuku Bima ya gambarnya Bima lagi mamerin kuku.
semakin detail gambarnya, semakin sukeslah diyakini desainnya.
yg jelas faham 'less is more' tidak berlaku disini, bukan? but.. hey, that's the beauty of them.. ;)

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments