Entry: Lumpia Nona 27.9.05



Lunpia atau lumpia? Sama saja. Maksudnya spring roll. Kita menyerapnya dari bahasa Cina [Hokkian?], dan kaum peranakan di Semarang masih setia dengan "lunpia". Kalau ingin lebih jelas bertanyalah kepada Remy Sylado, sang munsyi itu.

Semarang tak sendirian. Malang juga punya lumpia. Jakarta juga — tapi bumbunya beda. Lumpia semarang [dengan "s" kecil, seperti "y" kecil dalam "gudeg yogya"], terutama yang isi ayam, memang sedap. Dengan lalap daun bawang pedas, wuahhhh. Basah-mentah maupun [apalagi] goreng kering panas, sungguh lezat jadi teman menyeruput teh melati.

Manakah lumpia yang asli, atau menjadi pelopor, Aulia yang orang Suara Merdeka mungkin bisa bercerita karena korannya pernah menceritakan soal itu. Biru Elang-Bara mungkin juga tahu. Andaikan sejarawan lokal otodidak Amen Budiman masih hidup, mungkin dia dapat menuliskan riwayat lumpia semarang.

Di Semarang ada banyak lumpia — juga banyak merek wingko babat. Bagaimana setiap penyaji membedakan diri, itu sebuah seni. Maka Lunpia Mataram pun mencoba tampil modern, menurut masanya. Nona rambut sebahu, dengan sisiran yang [mungkin] diilhami oleh komik ala H.C. Andersen dan yang mengandersen terbitan Maranatha Bandung tahun 70-an, berwajah agak eurasia [terpengaruh Jan Mintaraga?], hasil olahan gambar manual dengan pena [tinta bak cap Naga?] dan cat air [merek Guitar?] dicetak dengan letter press, menampakkan raster kasar tapi masih memancarkan gradasi, telah menawarkan sebuah kelezatan nan gurih lagi nyaman. Tak perlu acung jempol. Cukup sebatang [atau selonjor?] lumpia dalam genggaman. Sebuah cara memegang lumpia yang kurang lumrah, tapi siapa tahu mewakili kenyataan saat si model memperagakannya.

Sekarang jawablah Nona, kenapa kau tak mau menatap kami, para pelahap lumpia? Kerlingkanlah barang sesudut ke arah kami.


   7 comments

joko
February 16, 2007   09:40 AM PST
 
website yang sangat menghibur.pantau terus ah
baloemar
March 16, 2006   02:15 PM PST
 
megangnya sudah betul krn ukurannya lumayan besar, kwatir mrucut mbah.

baloemar
orang bogor
December 13, 2005   09:10 PM PST
 
hallo .. salam kenal ... kocak juga blognya ... idenya unik dan orisinil .. hehe ... mau komentar soal lumpianya nih mas ... selain semarang, di bogor lumpianya juga khas. sedikit beda dari lumpia semarang yg pake rebung, di bogor content si lumpia diganti tauge, bengkoang, and tahu.
selain itu ... orang sunda banyak yg menyebut lumpia dengan sumpia. mungkin kalo salah satu dari penjual lumpia ini mau bikin kemasan tandingan .. mereka bikin sumpia eneng [maksa banget ga seeeeeeeeeeh]
l r s
November 15, 2005   03:59 PM PST
 
wah! ini juga lumpia langgananku pas mudik ke semarang!

memang ini lumpia yang lezat-gurih-nyaman, labelnya tidak berbohong!

salam kenal, pakde kere :)
dee
October 31, 2005   01:25 PM PST
 
lun = roda, gulungan
pia = kue

aulia
October 19, 2005   06:23 PM PDT
 
jangan, jangan tanya saya. sungguh, sungguh saya tidak tahu soal wingko, hehehe (suka amad deh ke blog ini)
mpokb
September 29, 2005   01:36 PM PDT
 
lihatlah arah tatapan mata --> pada orang yg duduk di depannya. siapa? nggak tahu, wong gak ada gambarnya hehehe... nyam2..

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments