|
![]() ![]() Kata lama "wantek", sebagai sesuatu yang teguh, tak mudah luntur, rupanya berasal dari dunia wenter. Inilah masa lalu Indonesia ketika industri tekstil dan garmen belum maju, sehingga cara untuk memperkaya tampilan adalah dengan mewarnai pakaian sendiri. Bisa baju, celana atau kaos baru yang diubah warnanya, bisa juga pakaian lama dicelup ulang supaya nggak kelihatan pudar. Pilihan warnanya juga oke lho. Ada "jambon" [merah jambu], tapi tak mendekati pink-nya Barbie. Ada pula oranye tua. Saya tak tahu, siapa pengguna warna-warni berani itu pada masa lalu. Masa sih pantalon dril putih dicelup jadi jambon atau oranye? Pangkeh bener! Kini, pada abad ke-21, masihkah wenter dijual? Diskonan di Matahari dan Ramayana saja sudah murah, ngapain juga berepot diri dengan main celup. Repot? Baca aturan pakai dalam gambar! :) ![]() |
| loucee October 14, 2004 10:49 AM PDT ada rencana kunjungan lagi gak? saya mau mengekor kalo boleh.. :) mumpung saya mau pulang ke tanah air nih, sebelum di'sandera' sama ratu elizabeth. | ||
| Technische H School October 13, 2004 12:13 PM PDT about hidden artists? itu pertanyaan saya sejak dulu! tapi saya beruntung pernah bertemu orang macam itu, bahkan bertandang ke "studio"-nya... alat cetak yang selalu terbayang saat mereka bekerja adalah letter press... | ||
| loucee October 13, 2004 11:01 AM PDT saya selalu penasaran dengan orang-orang yang membuat design label produk-produk semacam ini. any info? | ||
| Leave a Comment: |